Namanya Harry Potter. Ia tokoh yang dicintai oleh baik anak-anak maupun orang dewasa di seluruh dunia. Bersama dengan dengan sahabatnya, Hermionne dan Ron Wiesley, Harry telah merasuki hati para penggemarnya dan menciptakan satu fenomena baru. Kisah-kisah petualangan Harry dalam tujuh seri bukunya telah diterjemahkan ke puluhan negara dan menjadi buku dengan rekor penjualan terbaik didunia. Filmnya selalu ditunggu oleh banyak orang, dan menjadi box-office di berbagai belahan dunia. Ya, dia Harry Potter, penyihir remaja ciptaan Joanne Kathleen Rowling.
Dibalik semua kesuksesan Harry, tak ada yang menyangka proses kemunculan tokoh ini sangat sederhana. Harry datang di benak Jo, demikian Joanne biasa dipanggil, saat Jo sedang menunggui kereta. Kontras dengan semua kemeriahan yang menyertai Harry, pada mulanya kisah-kisah Harry malah lahir dari kafe-kafe sederhana di kota Edinburgh, Skotlandia. Bukan lewat komputer. Tapi melalui goresan tangan Jo di berlembar-lembar naskah yang ia ciptakan.
Joanne, lahir dari pasangan Peter dan Anne Rowling, adalah seorang anak yang penuh imajinasi. Di usia 6 tahun, saat anak seusianya baru mulai belajar menulis, Jo sudah menulis cerita pertamanya. Kala itu ia menciptakan tokoh kelinci yang ia beri nama Rabbit. Dalam kisah itu, Rabbit sakit campak dan dikunjungi teman-temannya, termasuk diantaranya seekor lebah raksasa bernama Mrs. Bee. Jo mengejutkan ibunya ketika ia menunjukkan cerita itu. Mendapatkan tanggapan bagus dari ibunya, Jo malah melontarkan ide gila untuk menerbitkan buku itu. Bibit menjadi seorang penulis handal memang sudah ada pada diri Jo kecil.
