Tom Cruise
Tentunya nama Tom Cruise sudah tak asing lagi terdengar di telinga. Ia salah seorang dari 100 aktor papan atas sepanjang masa dan salah satu aktor dengan bayaran tertinggi pula. Mata biru kehijauan ditambah senyum menawan menjadi senjata andalannya untuk menaklukan jutaan kaum wanita di berbagai belahan dunia. Dalam waktu relatif singkat, 10 tahun, semenjak kemunculannya di tahun 1981 ia telah menaklukkan Hollywood. Tom Cruise memang terlahir untuk dunia akting dan ketenaran.
Menguasai dunia perfilman, Cruise malah bukan berasal dari keluarga dengan darah akting. Ayahnya seorang insinyur elektro dan ibunya sales. Ia memiliki masa kecil yang cukup berat karena harus berganti-ganti sekolah karena menderita penyakit disleksia. Ia bahkan bersekolah di 15 sekolah yang berbeda dalam 12 tahun! Hal ini membuat prestasi Cruise anjlok di sekolah. Ia sering ‘dipermainkan’ oleh teman-temannya dan nilai-nilainya hancur. Cruise mencoba menebus kegagalannya dengan aktif di berbagai kegiatan ekstrakurikuler, terutama olahraga. Ia bahkan bergabung dalam tim gulat di sekolahnya. Namun, karena kecelakaan pada lututnya, ia harus mengundurkan diri.
Masa kecil Cruise diperparah dengan perlakuan ayahnya pada Cruise. Menurut Cruise pada salah satu majalah, jika terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan, ayahnya akan berlaku keras padanya. Cruise juga mengakui bahwa ia tidak pernah percaya pada ayahnya. Di usia 12 tahun, ketika ibunya memutuskan untuk berpisah dengan ayahnya, Cruise kemudian menghapus Mapother, nama keluarganya, dari namanya sendiri.
Memasuki usia 14 tahun Cruise memasuki seminari dan bercita-cita untuk menjadi seorang pastur. Namun, keinginannya ini hanya bertahan satu tahun. Ia kemudian melanjutkan studinya ke Glen Ridge High School. Di tempat inilah ia belajar bergulat dan kemudian bergabung dengan tim sekolahnya. Karena kecelakaan yang dialaminya, Cruise mengalihkan kegiatan ekstrakurikulernya pada klub drama. Ia kemudian main dalam pertunjukkan pertamanya, Guys and Dolls, sebagai pemeran utama. Berkat peran inilah Cruise kemudian menyadari ketertarikannya pada dunia akting. Ia keluar dari sekolahnya lalu pergi ke New York untuk membuka jalannya menapaki dunia hiburan. Semua ini terjadi di tahun 1980, saat usianya masih 18 tahun.
Cruise tidak melalui semuanya dengan mudah. Di tahun pertamanya berkarir sebagai seorang aktor ia sering kali ditolak dalam audisi. Tampangnya memang menjanjikan, namun kemampuan aktingnya saat itu benar-benar minim. Ia bahkan mendapatkan julukan sebagai “the locker boy”, karena fotonya yang cocok ditempel di locker-locker para gadis remaja. Namun Cruise tak pernah putus asa.
Satu tahun kemudian Cruise mendapatkan peran pertamanya, peran kecil dalam drama Endless Love yang dibintangi oleh Brooke Shield dan Leiff Gareth. Peran kecil ini cukup untuk membuat masyarakat bertanya-tanya tentang sosok Cruise. Demikian pula para insan perfilman. Mereka melihat adanya suatu potensi yang menjual dalam diri Cruise. Di tahun yang sama, Cruise juga membintangi film Taps. Lewat perannya sebagai sosok perwira muda, nama Cruise mulai dikenal di masyarakat. Selanjutnya dalam 4 tahun berikutnya Cruise mulai membintangi film-film terkenal seperti The Outsiders, Losin’ It, Risky Business, All Right Moves, dan Legend.
Di tahun 1986 Cruise ditawari untuk bermain dalam film Top Gun oleh produser Jerry Bruckheimer. Awalnya setelah melihat naskah ceritanya ia menolak untuk bermain dalam film ini dan malah menawarkan bantuannya untuk mengubah naskah. Namun, setelah ia diajak ‘terbang’ dalam pesawat Blue Angels, Cruise mengganti keputusannya. Film ini lalu mengubah jalan hidup Cruise. Dengan menjadi film terlaris tahun 1986, film ini mengantarkan Cruise ke puncak ketenaran. Publik menyanjungnya dengan berbagai pujian. Berbagai julukan dari “movie-idol” hingga “the sexiest guy in the world” dialamatkan kepadanya.
Namun Cruise tak senang dengan popularitas yang berlebihan. Ia stress dikejar-kejar paparazzi dan mengalami culture shock. Cruise pun terguncang karena cacian dan pujian yang datang silih berganti melalui media. Hari ini ia dipuja, besok dikecam. Begitu berkali-kali. Akhirnya ia berubah menjadi sosok yang asing di mata keluarga, teman-teman, dan kalangan perfilman. Dia berubah menjadi emosional dan egois.
Cruise mengalami hal ini karena ia memang tak terbiasa dengan sanjungan. Dibesarkan dengan keras oleh ayahnya, ia tak nyaman dengan berbagai pujian. Semenjak kecil ia memang lebih senang hidup menyendiri dan tertutup. Ketenaran memang membuatnya bingung. Tak tahan dengan tekanan yang ia alami, Cruise pun cuti sementara dari kegiatan akting.
Untungnya Cruise bertemu dengan Mimi Rogers. Wanita yang lebih tua 7 tahun darinya ini kemudian menjadi istri pertama Cruise. Mimi, seorang wanita dewasa dengan sifat keibuan yang hangat, mampu membuat Cruise merasa lebih tenang dan tegar. Mimi mengajarkan Cruise bagaimana bertahan dalam kehidupan Hollywood yang keras.
Pulih dari perasaan tertekannya, Cruise kemudian mulai berakting lagi. Dia bermain dalam film besutan sutradara terkenal Martin Scorsese, The Coulour of Money. Lawan bermainnya dalam film ini, Paul Newman, kemudian mendapatkan piala oscar sebagai aktor terbaik. Cruise pun kemudian bermain dalam film yang mendapatkan 8 nominasi piala Oscar, Rain Man. Film ini akhirnya mendapatkan empat penghargaan, termasuk diantaranya film terbaik dan aktor terbaik untuk lawan main Cruise, Dustin Hoffman.
Seiring dengan menanjaknya karir Cruise di dunia akting, rumah tangganya dengan Mimi mulai mengalami goncangan. Kesuksesan Cruise membuatnya digilai gadis-gadis muda dan membuat Mimi merasa tersisih. Sementara itu, karir Mimi sendiri makin lama makin terpuruk. Kondisi ini diperparah dengan seringnya Cruise syuting di luar kota dan tidak adanya anak dalam perkawinan mereka. Di awal tahun 1990, Cruise dan Mimi kemudian memutuskan untuk bercerai.
Di tahun yang sama Cruise mulai syuting film terbarunya, Born of The Forth of July, yang diangkat dari novel dengan judul yang sama. Film ini sedikit banyak mengubah paradigma Cruise tentang perang. Semenjak itu, Cruise lebih dikenal karena pandangan-pandangan hidupnya yang anti perang. Lepas dari film ini, ia kemudian bermain dalam Days of Thunder memerankan seorang pembalap muda. Film kemudian mempertemukan Cruise dengan Nicole Kidman, istri keduanya.
Dari pertama Cruise bertemu dengan Kidman, ia sudah jatuh hati padanya. Cruise senang dengan sikap Kidman yang bersahaja, senyumnya yang tulus dan tutur katanya yang runut dan lembut. Setelah melakukan beberapa pendekatan, Cruise menjalin hubungan dengan Kidman. Dalam jangka waktu yang tergolong cepat semenjak perkenalannya, di akhir tahun 1990 Cruise pun kemudian menikahi Kidman.
Karir dan kehidupan pribadi Cruise kemudian berjalan dengan baik. Karirnya dan Kidman menanjak dan hubungan mereka pun semakin mesra. Di era 90-an ini Cruise membintangi film-film yang sukses di pasaran dan meraih penghargaan. Mulai Far and Away, A Feew Good Man, The Firm, Interview With The Vampire, serta Jerry Maguire membawa Cruise bermain bersama dengan aktor-aktor papan atas. Julukan “the locker boy” resmi dilupakan orang dan publik pun mengakui Cruise karena kemampuan aktingnya, bukan hanya keunggulan fisik semata.
Sukses sebagai aktor, Cruise lalu mengembangkan kemampuannya dalam dunia hiburan dengan menjadi produser. Bersama dengan mantan agennya, Paula Wagner, Cruise mendirikan Cruise/Wagner productions. Perusahaan ini pun memproduksi berbagai film terkenal, dan menjadikan Cruise salah satu produser yang paling menjanjikan di Hollywood.
Di tahun 1996 Cruise bermain dan memproduseri film trilogi yang sukses di pasaran: Mission Impossible. Bermain sebagai tokoh utama, Ethan Hunt, film ini kembali mengukuhkan Cruise sebagai aktor papan atas Hollywood yang sukses di pasar. Dikeluarkan tahun 1996, 2000 dan 2006, Mission Impossible, tercatat sebagai film box-office dan masuk dalam jajaran film terlaris tahun itu. Di sela-sela pembuatan ketiga film ini, Cruise juga memproduksi film-film sukses lainnya seperti The Last Samurai, Minority Report, Vanilla Sky, dan War of the Worlds.
Sayang, seriring dengan kesuksesan karirnya pernikahan Cruise dan Kidman harus berakhir. Di tahun 2000 Cruise mengalami cinta lokasi dengan lawan mainnya dalam film Vanilla Sky, Penelope Cruz. Hal ini menyebabkan hubungan antara Cruise dan Kidman memburuk. Satu tahun kemudian, pernikahan Cruise-Kidman pun berakhir dengan perceraian. Padahal sebelumnya mereka didaulat oleh publik sebagai pasangan paling harmonis. Cruise dan Kidman selalu terlihat mesra dan bahagia dengan dua anak angkatnya, Isabella dan Anthony.
Memilih Cruz dari Kidman, Cruise pun akhirnya harus kembali berpisah dari pasangannya. Setelah menjalin hubungan tanpa menikah selama empat tahun, Cruise dan Cruz memutuskan untuk mengakhiri semuanya.
Di tahun 2005 Cruise bertemu dengan istri ketiganya, Kattie Holmes. Holmes sendiri adalah aktris dari serial terkenal di Amerika Serikat, Dawson’s Creek. Setelah berkenalan pada 18 April 2005, seminggu kemudian mereka telah tampil di depan publik. Seminggu kemudian, Cruise mendeklarasikan cintanya untuk Holmes melalui acara Oprah Winfrey’s Show. Kala itu Cruise lompat ke atas sofa lalu menyatakan cintanya. Pada 17 Juni 2005 Cruise kemudian melamar Holmes di restoran di atas menara eifel dengan menggunakan cincin berlian 5 karat.
Pasangan Cruise-Holmes yang lebih dikenal dengan julukan TomKat ini selalu menarik perhatian media dan publik. Mulai dari berita kelahiran anak pertama mereka, Suri, pernikahan mereka di Italia sampai berita beralihnya keyakinan Holmes ke aliran Scientology selalu dicari banyak orang. Publik pun selalu menerka-nerka apakah pernikahan ini akan bertahan lama atau akan memiliki akhir yang sama dengan hubungan Cruise sebelumnya. (vetriciawizach/Pusat Data Redaksi)

Leave a Reply